ALSUM RECTROVERSO GOES TO JOGJA
ALSUM RECTROVERSO GOES TO JOGJA
KAMPUNG BATIK GIRILOYO
Daerah Giriloyo ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (jaraknya hanya sekitar 15 km/ kira-kira 40 menit). Namun karena daerah ini terpencil dan berada di kaki bukit. Suasana khas pedesaan yang sepi dan sunyi namun penuh dengan kebersamaan dan kedamaian sangat mewarnai daerah tersebut.
Tidak ada catatan yang eksplisit kapan kerajinan batik tulis masuk ke kampung Giriloyo, diperkirakan sekitar abad ke 17. Saat awal dimana sebagaian besar penduduk menjadi abdi dalem kraton Yogyakarta yang bertugas merawat makam raja-raja Yogya-Solo yang dibangun di atas perbukitan Imogiri.
Pemandangan disini sangat asri dan di belakang Kampung Batik ini terdapat sawah yang membuatnya tampak lebih indah.Kita disini diajarkan untuk membuat batik dari tahap membuat pola sampai mengeringkan.
Omah Kecebong
didirikan pada tahun 2015.Tempat yang satu ini bisa dibilang tempat wisata yang lengkap. Omah kecebong menyajikan suasana yang asri khas pedesaan. Konsep omah kecebong sendiri one stop place untuk banyak kegiatan. Pengunjung yang datang kesini dapat menikmati alam, budaya dan kuliner dalam satu tempat.
Jika kamu menginginkan outbond yang berbeda, omah kecebong jawabannya. Kegiatan outbond disini bisa dibilang unik, peserta bias mengenakan busana jawa ataupun keliling desa dengan gerobak sapi.
Busana jawa ini digunakan saat ice breaking dan berfoto saja. Untuk kegiatan/ games setelah ice breaking peserta dianjurkan untuk menggunakan kaos yang nyaman. Di omah kecebong juga menyediakan gerobak sapi yang bisa peserta gunakan untuk berkelilng desa sekitar.
Di The Lost World terdapat banyak sekali spot foto yang sangat menarik,bahkan kita juga bisa foto bersama burung hantu.Mereka juga menyediakan wahana flying fox.
Museum Sisa Hartaku merupakan salah satu museum terkeren karena terdapat banyak sekali cerita dibalik museum tersebut bahkan terdapat banyak barang-barang peninggalan orang yang tertimpa musibah ini seperti:baju,uang coin maupun uang kertas,sepeda,mesin Jahit,Dll.
Destinasi terakhir adalah Tracking Kali Kuning merupakan salah satu permainan yang sangat seru karena kita bisa bermain basah-basahan disini.Tempat ini termasuk tempat yang sangat recommended bagi anak muda atau Gen Z.
ULEN SENTALU
Museum Ullen Sentalu didirikan oleh pemerintah Jogja yang diprakarsai oleh keluarga Haryono dan Yayasan Ulating Blencong. Nama Ullen Sentalu yang disematkan pada museum ini adalah singkatan dari sebuah pepatah Jawa yakni Ulating Blencong Sejatining Tataraning Lumaku.
Falsafah ini mempunyai arti nyala lampu blencong sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Harapannya dengan adanya museum ini dapat menjadi pengingat bagaimana jati diri bangsa dan budaya yang ditanamkan oleh kerajaan Mataram dulu.
Museum ini selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII. Sejak peresmiannya tersebut, destinasi wisata ini mulai ramai dan menjadi salah satu tempat wisata terkenal di Jogja.
Letak museum ini berada di atas ketinggian daerah pegunungan Sleman dengan luas lahan sekitar 1.2 hektar. Lokasinya yang berada di lereng gunung Merapi membuat tempat ini terasa sejuk dengan suhu sekitar 15 hingga 25 derajat celcius.
Ditambah lagi banyaknya pepohonan yang tumbuh di sekitar kawasan museum ini semakin menambah asrinya suasana. Area museum ini dikenal juga dengan nama Ndalem Kaswargan atau Rumah Surga berkat keindahan dan suasananya yang damai.
MALIOBORO
Malioboro merupakan salah satu tempat yang sangat iconic yang berada di Yogyakarta.Secara keseluruhan, kawasan Malioboro terdiri atas Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo.
Dulunya, nama Kota Yogyakarta atau Jogja adalah Ngayogyakarta.Nama ini terinspirasi dari sebuah kerajaan di kitab Ramayana, yaitu Ayodya.Karena orang Jawa menyebutnya Ngayodya, jadi terdengar seperti “Ngayogya”.
Ada satu jalan utama yang sangat terkenal karena sering digunakan sebagai tempat penyambutan raja dan tamunya.Nama jalan tersebut adalah “Malyabhara”.Jika diterjemahkan, “malya” berarti bunga dan “bhara” artinya mengenakan.Jadi, nama jalan tersebut memiliki arti “mengenakan bunga” atau jalan yang istimewa.Nama itulah yang kemudian diambil untuk menamai jalan yang dekat dengan Keraton Yogyakarta.Karena pengaruh pengucapan orang Jawa, di mana huruf “a” dibaca “o”, maka jalan ini jadi disebut Malioboro.



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)


Kerenn begete
ReplyDeletekereeeeennnn
ReplyDeletekerrreeennn
ReplyDeletekwrennnnnnnnnnnnnnn
ReplyDeletewihh pasti seru banget tuhhh
ReplyDeletewaw keren bngt
ReplyDeletewihhhhh kereeeen
ReplyDeletekerenn
ReplyDeletentapss
ReplyDeletekerennn :DDD
ReplyDelete